Postingan

Menampilkan postingan dengan label Diary

Catatan Mingguan - 4

Sabtu kemarin ada acara band di UPI. Ingin nonton sebenarnya, namun tiket harga 85 ribu entah kenapa sedang terasa berat. Daya beliku sedang menurun sih. Ya udah, kita ganti aja dengan dengerin YouTube Music.

Aku sering berkeringat beberapa hari ini. Dulu pernah ketika masa-masa penyembuhan GERD, namun kemudian normal lagi. Aku pikir karena masalah cuaca juga sebenarnya. Peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Minggu ini belum keluar juga. Apa mungkin minggu esok bisa aku coba?
Ini tiba-tiba aja: BMTH feat Kangen Band - Can You Feel My Doy

Catatan Mingguan - 3

Sempat mati lampu di hari rabu sampai 2 kali. Bagusnya sudah ada pemberitahuan, jadinya engga terlalu panik.

Ga ada hujan besar berangin lagi. Intensitas hujan cenderung normal dan ga bikin banjir, atau kerusakan di daerahku.

Sempat bikin medsos baru. Cukup bersemangat buat mengisinya dengan foto-foto street, namun ujungnya bosan juga setelah 3 harian. 

Catatan Mingguan - 2

Mamah ulang tahun! Sebagai anak yang belum bisa maksimal dalam berbakti, ada aja perasaan sedih yang ga bisa aku jelaskan. Semoga mamah sehat selalu, aamiin.

Aku sudah lama merasa, kalau aku itu tidak berhasil dalam menjaga hubungan dengan orang lain. Jarang ada feedback positif dari kawan-kawan komunitas sesama penghobi foto. Ya salahku, tak punya kemampuan untuk bersosialisasi dengan baik. Aku pikir mulai mencari lagi hobi yang memungkinkan lainnya. Untuk keanggotaan, aku akan keluar pelan-pelan saja. Mudah-mudahan tidak ada yang tersinggung.

Membuat akun sosial media baru, untuk mengarsipkan keseharian dan fotografi. Yang lama ditinggalkan saja. Tadinya, akan menghapus seluruh pengikut dan yang diikuti. Cuma pasti akan memakan waktu lama. 
Nyobain trial layanan microblog, yang ternyata menggunakan Hugo untuk memproduksi webnya. 
Terusin engga ya? Cuma 1 dollar perbulannya.
Hanya saja memang sedang tidak dalam posisi memungkinkan. Berhemat menjadi keharusan, di tengah ekonomi yang sedang tidak menentu begini.

Catatan Mingguan - 1

Seminggu kemarin setidaknya terjadi 2 kali hujan angin besar. Dengar-dengar sampai membuat rubuh baliho, pohon, hingga tiang listrik di beberapa tempat. 

Ciwaruga sempat mati lampu juga karena hal itu, dan menjadi kesempatan buatku dan istri. Dengan alasan mencari listrik untuk mencharge hp, kami malah mampir ke Hallway dan makan steak di sana. Sesuatu yang belakangan kami sulit lakukan karena kesibukan.

Hal lain yang perlu ku ingat: bakso bukan lagi sahabat untuk perutku.

Anta Pergi Selamanya

Kamis, 5 Maret 2026. Anta pergi selamanya meninggalkan kami...

Ada-ada Aja

Pikiran tak kunjung ajeg menyoal satu hal. Padahal itu juga bukan hal yang penting-penting amat.
Memotret juga harusnya jadi hal yang menyenangkan, malah jadi sebaliknya karena belum selesai dengan diri sendiri. 
Dari pada pusing dan bikin sakit kepala, buat keputusan dengan meninggalkan saja hal ruwet tersebut.

Di Rumah / 13

Yap, Saya Payah

Ternyata memotret dengan RAW menyita waktu terutama saat konversi ke jpeg. 

Belum lagi editing, pengen kaya orang-orang tone-nya, eh malah ancur. Kadang terlalu ijo lah, kadang terlalu magenta, ga cocok sama foto lah dll. Agaknya malah lebih praktis dengan mengaplikasikan filter ke foto, daripada editing seperti itu. 

Barang kali memang bukan buat saya kalau editing, maklum payah dalam hal estetika. Saya pikir untuk mengejar hal dasar saja lagi, memotret sebagai dokumentasi. 

Petualangan saya berikutnya lebih pada framing yang baik saja.

Goresan di Sensor

Hari ini paket pembersih sensor kamera dateng siang. Udah antusias untuk bersihin sensor kamera, namun karena pekerjaan, ditunda saja sampai malam. 

Beres bekerja, langsung pulang ke rumah, cari tutorial membersihkan sensor. Dilihat-lihat sih caranya mudah, langsung saja praktek. Setelah membersihkan sensor, baru ngeh ternyata ada goresan juga di sensor teh. Goresan ga ilang, cuma noda yang nampak di sensor sepenuhnya hilang. Setelah kering, nyalain lalu di cek, ternyata noda sebelah kanan masih ada. 

Diambil kesimpulan kalau noda itu buka karena debu, melainkan karena goresan.

Yah mau bagaimana lagi? Tapi selama masih bisa digunakan, aman saja lah buat saya.

Secepatnya: Bersiin Sensor Kamera

Malem-malem sebelum tidur nyortir beberapa foto hasil hari sebelumnya. Sekalian belajar editing lagi ah. Selama ini pake Rawtherapee buat bulk resize, kalau satuan biasanya pake GIMP.

Nah saat nyobain buat cropping satu foto, mulai menyadari seperti ada noda di bagian kanan atas, terutama di foto yang kontrasnya cukup tinggi.

Ternyata semua noda tersebut muncul di semua foto yang ambil di hari sebelumnya itu. Udah kepikiran, ini mah lensa kotor deh. Karena penasaran, lensa yang sebelumnya dipakai coba dibersihkan optiknya, lalu coba lagi ambil foto. Eh, nodanya ga ilang? 

Ganti lensa, ternyata noda tetap ada dan sekarang terasa jelas di layar kamera juga. Duh, ini mah sensornya yang kotor atuh. 
Penasaran kapan munculnya ini noda, cek foto-foto beberapa hari kebelakang, ternyata udah muncul dari foto akhir bulan kemarin!

Dah lah ini mah perlu beli set pembersih, padahal lagi bokek, cek harganya ternyata di atas 100 ribu... Duh... Tapi kalau ga dibersikan? Takutnya malah tambah kotor.
Sebenarnya belum pernah, dan engga berpengalaman sama sekali buat bebersih sensor, perlu nonton dulu tutorialnya. 

Flu

Entah tertular dari siapa, dini hari menjelang subuh tenggorokan rasanya tidak nyaman, idung meler keluar ingus terus bikin tidur ga nyenyak. Disimpulkan kena flu, harus istirahat banyak ini mah ya. 
Lalu bagaimana dengan warung? Kayaknya libur dulu deh.

Tengah Malam

Rasanya hal yang wajar saja ketika tidak ada yang antusias dengan fotografi saya. Masalah keterampilan penyebab utamanya, sesuatu yang telah coba saya perbaiki bertahun-tahun ini. Saya cukup paham bahwa saya bodoh, bebal, dan tak berbakat, hingga tidak ada peningkatan kemampuan secara signifikan dalam hal fotografi. 

Itu baru satu, belum segudang masalah lainnya. Di tengah malam ini saya berpikir, tidak akan pernah menjadi seseorang yang karyanya memiliki popularitas walau sedikit. Saya sudah lama menyerah dengan hal itu lagi pula. Dan media sosial malah memperburuknya, rasa iri ketika karya orang lebih dalam segalanya. 

Lalu saya harus apa? jawabannya tentu sudah saya genggam sudah lama juga, lengkap dengan keraguannya juga sih. Entah apa yang sebenarnya coba saya tulis.

Boros adalah setiap hari beli makan di aplikasi ojeg online. Semua dimudahkan kalau kamu punya uang ya? Masalahnya penghasilan sedang di masa kurang baik. Entah mengapa tidak bisa belajar untuk hemat.
Ada banyak berita buruk yang berseliweran di internet, terutama media sosial.

Capek dan menguras pikiran juga. Mungkin langkah terbaik berikutnya adalah rehat dulu dari media sosial.

Masih Pusing

Puasa sudah 12 hari berjalan. Tidak ada hambatan kecuali di hari 11 dikarenakan proses MRI mengharuskan disuntik, yang akhirnya membatalkan puasa.

Perut udah aman, sinus sudah tidak ada kendala. Cuma kepala saja yang masih pusing kalau berkegiatan. Entah apa penyebabnya, sudah ada ikhtiar dengan konsultasi dengan dokter saraf.

Apa mungkin karena mata? Bisa jadi. Namun walau punya penyakit pandangan ganda selama bertahun-tahun, tidak pernah pusing seperti ini.

Untuk sekarang terus berikhtiar.

Beres Operasi Sinusitis

Memasuki masa-masa penyembuhan pasca operasi sinusitis. Dicurigai kalau rasa pusing yang selama ini menggangu berasal dari sinusitis. Mudah-mudahan tidak lagi kambuh dan sehat seterusnya.

Setengah tahun

Setengah tahun si kucing tua meninggal, kadang masih ada perasaan sedih yang diam-diam menyelinap. Serasa mimpi... Sulit menjadi ikhlas untuk beberapa saat, tidak jarang air mata menetes begitu saja.

Bikin Rujukan

Biasanya bikin rujukan dari faskes 2 ke faskes 3 sat set sat set aja tanpa drama. Datang ke nurse station, minta dibuatkan rujukan tanpa harus menghadap dokter, menunggu dipanggil, lalu selesai.

Namun kali ini susternya bilang harus ada cap dokter karena kebijakan baru RS. Alhasil harus menunggu dokternya datang.

Kalau ini pertama kali membuat rujukan, tentu saya rasa tidak mengapa. Tapi ini sudah setahun bolak-balik membuat rujukan, baru kali ini harus seperti ini.

Apa perlu ganti RS untuk rujukan selanjutnya?